Jumat, 16 September 2016

Pada suatu ketika

Kumenanti.
Dari jam sembilan pagi sampai jam satu siang ini.
Dari mual..tidak mual..mual..lapar..lalu kenyang..lalu mual..dan sekarang tidak terlalu mual.
Dari sampai..pindah birokrasi..lalu antri..periksa..diinterogasi..trus gelar barang bukti.
Menanti kepastian..izin untuk memiliki buah cinta satu lagi.
Bersyukur sekali-meski tak kupungkiri awalnya banyak sekali pertanyaan kenapa begitu kenapa begini, kenapa saat ini lalu menangis di pagi dini hari.
Ya..giliranku sebentar lagi.
Lima pasien lagi.
Dan dag dig dug ini rasanya makin tak terkendali.
Sesak nafas sesekali serasa ketemu si jaga portibi.
Huah..kebetulan..ini hujan tetiba datang deras sekali..seolah dikirim untuk menemani dan menenangkan hentakan mual yang tetiba menyerang lagi.
Kali ini...saja.
Kumohon dengan sangat.
Izinkan kumiliki satu lagi.
Di waktu yang sempat kukira akan jadi penghujung usiaku.
Di saat lelah setia kuhela tiap detik berlalu.
Di ketika cinta menabur benih yang paling jujur.
Kumohon.
Kali ini.
Saja.

Kamis, 08 September 2016

Jembatan Merah

Saya suka jembatan.
(:


Inilah kemegahan cinta yang tulen, yang pernah berakar; dan pernah berantakan, tapi kini kembali menggaung, karena nurani yang tidak pernah menyerah. Ia dipijak, dianiaya, diperkosa, dan dipaksa untuk mati, tapi tak pernah ia merasa kalah, tak pernah ia binasa...
Remy Sylado- Kembang Jepun. 

Pertama kali baca novel nya pas SMP(sekitar 12th lalu) , nemu di perpustakaan sekolah. Lalu baca lagi pas SMA(sekitar 10th lalu), masi juga minjem di perpustakaan sekolah. Sekian (puluh) tahun berlalu akhirnya 30 Agustus 2016 kesampaian juga menginjakkan kaki di tempat ini. Konyol sih kata teman saya, kamu sudah sampai ujung Papua tapi Surabaya malah belum pernah, mengingat jarak Surabaya - Malang hanya sekian sentimeter di peta.
Hehehe....you don't get it.
Tempat-tempat seperti ini sakral buatku mamen..titik simulakrum. Mewah. Semacam jumpa fans dengan artis pujaan. Sesuatu yang begitu sureal tetiba so real. Tak ternilai. Baru sebanding kalo dipasrahkan ke momentum alami, kesadaran non lokal. Sesuatu yang asing tapi familiar. Aneh tapi nyata. Megah. Tapi bisa saja kan, tinggal dijadwalkan sebelum take off pergi kesini dulu, toh kamu bolak balik ke bandara belok mampir sebentar kan gampang, tinggal bilang. Yeah..say what you say..you don't get it my friend.
(:


Saya suka jembatan.
Entah kenapa.
Suka.
Selalu suka.

*Akhirnya ke Jembatan Merah juga..dan kebetulan pas lagi baca karya Remy Sylado yang lain Perempuan Bernama Arjuna(filsafat dalam fiksi) baru separuh buku..see...awesome right...the power of kebetulan. Strange Atractor. Strange de Javu.


#me #love #jembatan #jembatanmerah #mystory#justthinking #kembangjepun
 — di Jembatan Merah. Surabaya.

Selasa, 23 Agustus 2016

Love

I tried, I really did.
I used up every bit of myself, at least I can say I did that.
(stacie)

23.08.2016

Jumat, 19 Agustus 2016

I believe I can fly.

Menulislah seolah-olah hari ini adalah hari terakhirmu menulis.
(nn)

Mengejar ketinggalan dari aku yang terlupakan.
Yang sekian lama terabaikan.
Serta terseret keharusan.
Aku hanya ingin sekali lagi menjadi aku, selagi masih ada waktu.
(:

*Maaf judul dan postingan tampak tidak berhubungan.
Sedang error.
Tidak harus sama atau sejalan untuk sepadan.

Kamis, 18 Agustus 2016

Nite.

1.. 2.. 3.. 1.. 2.. 3.. drink.
1.. 2.. 3.. 1.. 2.. 3.. drink.
1.. 2.. 3.. 1.. 2.. 3.. drink.

Kita bisa memesan bir, namun tidak bisa memesan takdir.
( Quote by @djenarmaesaayu )

Ah ya..saya tidak meminum bir, tapi suka sekali root beer.
Cheers.
(:

Rabu, 17 Agustus 2016

Addicted to you.

Read :: coffee.

I did it.

I did it.
25 meters.
Every people has their own battle.
I'm not win.
I'm not lost yet.
I'm not really care about win or lost anyway.
I just did.
Yeah. I did it.
(:

*Three round..two done..one failed in 2/3..next time wanna try 50 meters..with more underwater line..lets find out how long I'm able to hold my eyes keep straight without panic.