Sabtu, 24 November 2012

zrh

Engkaulah keheningan yang hadir sebelum segala suara
Engkaulah lengang tempatku berpulang

Bunyimu adalah senyapmu
Tarianmu adalah gemingmu

Pada bisumu, bermuara segala jawaban
Dalam hadirmu, keabadian sanggup mengecup

Saput batinku meluruh
Tatapmu sekilas dan sungguh
Bersama engkau, aku hanya kepala tanpa rencana
Telanjang tanpa kata-kata

Cuma kini
Tinggal sunyi

Dan, waktu perlahan mati



(catatan kecil [ibu suri] saat langit kelabu di taman bambu)
Published with Blogger-droid v1.7.4

Minggu, 04 November 2012

89

Problem terbesar adalah mempercayai spesies "Homo Sapiens". Termasuk diriku sendiri. Padahal, manusia terlahir ke dunia dibungkus rasa percaya. Tak ada yang lebih tahu kita ketimbang plasenta. Tak ada rumah yang lebih aman daripada rahim ibu. Namun, di detik pertama kita meluncur keluar, perjudian hidup dimulai. Taruhanmu adalah rasa percaya yang kau lego satu per satu demi sesuatu bernama cinta. Aku penjudi yang buruk. Aku tak tahu kapan harus berhenti dan menahan diri. Ketika cinta bersinar gemilang menyilaukan mata, kalang kabut aku serahkan semua yang kumiliki. Kepingan rasa percaya bertaburan di atas meja taruhanku. Dan aku tak pernah membawa pulang apa-apa.
Rasa percaya itu menghilang dalam tiga pertaruhan besar. Pertaruhan pertamaku amblas di tangan manusia pertama yang kucinta di atas bumi ini: Ayah.
Published with Blogger-droid v1.7.4

Kamis, 18 Oktober 2012

romantic words from a good man..

And I would've done anything for you, to show you how much I adored you
But it's over now,It's too late to save our love...
Just promise me you'll think of me every time you look up in the sky and see a star
when u'll be great mom for all my kids, its enough... :)
i am open mindset...
Published with Blogger-droid v1.7.4

Rabu, 17 Oktober 2012

repost

Dan saat seperti ini membuat Ia berpikir ulang: apakah ini yang disebut cinta? Tidakkah seharusnya Ia dan Dia menikah saja? Kesetiaan tanpa batas ini… tanpa syarat apa-apa… tanpa menghambat langkah hidup masing-masing… tanpa perlu satu atap… tanpa perlu daftar belanja bulanan bersama… dan Ia yakin betul persahabatannya dengan Dia tak akan lekang dimakan waktu.
Lalu, cinta seperti apa yang orang-orang itu miliki? Yang konon menjadi dasar sebuah komitmen institusi mahamegah bernama Pernikahan? Mengapa mereka begitu bernafsu menguasai satu sama lain, seperti sekumpulan tunawisma berebutan lahan dan dengan membabi buta berlomba untuk menancapkan plang tanda hak miliknya masing-masing? Bisakah cinta yang sedemikian agung hidup terkapling-kapling? Berarti apa artinya semua itu? Hanya legalisasi bercintakah? SIM resmi untuk kegiatan ranjang? Kepentingan sensus penduduk? Bentuk kontrol negara? Apa itu komitmen? Apa itu janji?
Mendadak Ia merasa begitu aneh, hingga nyaris limbung.
“Kamu positif gila!” Dia mengangguk pasti, “dan sebaiknya aku cepat-cepat pergi dari sini… DAH!”

*Ia yang menemukan bintang jatuh.,Dia yang kemudian pergi.

Published with Blogger-droid v1.7.4

Jumat, 05 Oktober 2012

-petir-

Engkaulah kilatan cahaya yang menyapulenyapkan segala jejak dan bayang
Engkaulah bentangan sinar yang menjembatani jurang antara duka mencinta dan bahagia terdera
Engkaulah terang yang kudekap dalam gelap saat bumi bersiap diri untuk selamanya lelap

Andai kau sadar arti pelitamu
Andai kau lihat hitamnya sepi di balik punggungmu

Tak akan kau sayatkan luka demi menggarisi jarakmu dengan aku

Karena kita satu

Andai kau tahu

(catatan dini hari [ibu suri] di suatu taman yang banyak banci)

Selasa, 08 Mei 2012

Pagi salut selaput.,

Pendar itu nyata, terbungkus yang entah apa. Dan suara telah ditelan sunyi pekan lalu. Menit demi menit berlalu dalam desah penuh resah. Meresapi ketiadaan akan cerita.

"Ini apa?", tanyamu.
Kujawab dengan senyum termanisku.

"Ini kenapa?", tanyamu lagi.
Masih kujawab dengan senyum termanisku.

Satu persatu dentang itu pun berlalu, menyisakan aku tanpamu. Kanan kiri, atas bawah, depan belakang. Tergilas rona malu-malu di ufuk timur. Seketika terang memayungi mata-mata nanar terlupa mimpi, yang tak sempat memejam hingga terbit mentari.

Malam tanpa kopi selalu tak mudah untuk dilewati.

Selamat pagi.
^_^

March 17, 2012 at 4.53am

Kamis, 08 Desember 2011

Cerita Sebuah Perban.,


cerita sebuah perban...

sebuah bagian tubuh tlah terluka..berdarah..pedih..

perban menutup luka..melindungi kulit..agar tak berdarah..


waktu berlalu..


perban pun tak bagus lagi..terkoyak air..keringat..dan debu..

namun perban tetap menutup luka...

ketika luka tlah mengering...lalu sembuh..

perban pun harus dilepaskan..lalu di buang..

sang kulitpun sembuh nyaris tanpa bekas luka..

sang kulit kembali pada tubuh utuh yang sempurna..


sedang sang perban..?


sang perban terbuang..dan terlupakan..

dengan bekas darah luka dari sang kulit...

sang perban tersenyum...walau hancur..


"ini sudah takdirku",kata sang perban..


luka tlah sembuh..mengering..hilang tak berbekas..

perban tlah dilepas,dibuang,dan tak mungkin di kenang..

tapi ia tetap tersenyum...


bekas luka yang melekat...tak mungkin dapat terhapuskan..

hingga sang perban hancur termakan usia...

namun ia tetap tersenyum...


noi siamo tutti fratelli


*alumnus CUEK'S