Kamis, 18 Oktober 2012

romantic words from a good man..

And I would've done anything for you, to show you how much I adored you
But it's over now,It's too late to save our love...
Just promise me you'll think of me every time you look up in the sky and see a star
when u'll be great mom for all my kids, its enough... :)
i am open mindset...
Published with Blogger-droid v1.7.4

Rabu, 17 Oktober 2012

repost

Dan saat seperti ini membuat Ia berpikir ulang: apakah ini yang disebut cinta? Tidakkah seharusnya Ia dan Dia menikah saja? Kesetiaan tanpa batas ini… tanpa syarat apa-apa… tanpa menghambat langkah hidup masing-masing… tanpa perlu satu atap… tanpa perlu daftar belanja bulanan bersama… dan Ia yakin betul persahabatannya dengan Dia tak akan lekang dimakan waktu.
Lalu, cinta seperti apa yang orang-orang itu miliki? Yang konon menjadi dasar sebuah komitmen institusi mahamegah bernama Pernikahan? Mengapa mereka begitu bernafsu menguasai satu sama lain, seperti sekumpulan tunawisma berebutan lahan dan dengan membabi buta berlomba untuk menancapkan plang tanda hak miliknya masing-masing? Bisakah cinta yang sedemikian agung hidup terkapling-kapling? Berarti apa artinya semua itu? Hanya legalisasi bercintakah? SIM resmi untuk kegiatan ranjang? Kepentingan sensus penduduk? Bentuk kontrol negara? Apa itu komitmen? Apa itu janji?
Mendadak Ia merasa begitu aneh, hingga nyaris limbung.
“Kamu positif gila!” Dia mengangguk pasti, “dan sebaiknya aku cepat-cepat pergi dari sini… DAH!”

*Ia yang menemukan bintang jatuh.,Dia yang kemudian pergi.

Published with Blogger-droid v1.7.4

Jumat, 05 Oktober 2012

-petir-

Engkaulah kilatan cahaya yang menyapulenyapkan segala jejak dan bayang
Engkaulah bentangan sinar yang menjembatani jurang antara duka mencinta dan bahagia terdera
Engkaulah terang yang kudekap dalam gelap saat bumi bersiap diri untuk selamanya lelap

Andai kau sadar arti pelitamu
Andai kau lihat hitamnya sepi di balik punggungmu

Tak akan kau sayatkan luka demi menggarisi jarakmu dengan aku

Karena kita satu

Andai kau tahu

(catatan dini hari [ibu suri] di suatu taman yang banyak banci)

Selasa, 08 Mei 2012

Pagi salut selaput.,

Pendar itu nyata, terbungkus yang entah apa. Dan suara telah ditelan sunyi pekan lalu. Menit demi menit berlalu dalam desah penuh resah. Meresapi ketiadaan akan cerita.

"Ini apa?", tanyamu.
Kujawab dengan senyum termanisku.

"Ini kenapa?", tanyamu lagi.
Masih kujawab dengan senyum termanisku.

Satu persatu dentang itu pun berlalu, menyisakan aku tanpamu. Kanan kiri, atas bawah, depan belakang. Tergilas rona malu-malu di ufuk timur. Seketika terang memayungi mata-mata nanar terlupa mimpi, yang tak sempat memejam hingga terbit mentari.

Malam tanpa kopi selalu tak mudah untuk dilewati.

Selamat pagi.
^_^

March 17, 2012 at 4.53am

Kamis, 08 Desember 2011

Cerita Sebuah Perban.,


cerita sebuah perban...

sebuah bagian tubuh tlah terluka..berdarah..pedih..

perban menutup luka..melindungi kulit..agar tak berdarah..


waktu berlalu..


perban pun tak bagus lagi..terkoyak air..keringat..dan debu..

namun perban tetap menutup luka...

ketika luka tlah mengering...lalu sembuh..

perban pun harus dilepaskan..lalu di buang..

sang kulitpun sembuh nyaris tanpa bekas luka..

sang kulit kembali pada tubuh utuh yang sempurna..


sedang sang perban..?


sang perban terbuang..dan terlupakan..

dengan bekas darah luka dari sang kulit...

sang perban tersenyum...walau hancur..


"ini sudah takdirku",kata sang perban..


luka tlah sembuh..mengering..hilang tak berbekas..

perban tlah dilepas,dibuang,dan tak mungkin di kenang..

tapi ia tetap tersenyum...


bekas luka yang melekat...tak mungkin dapat terhapuskan..

hingga sang perban hancur termakan usia...

namun ia tetap tersenyum...


noi siamo tutti fratelli


*alumnus CUEK'S

Selasa, 26 April 2011

Hedging for a Long Term Heart Investment


    Mengenal orang lain berarti pemahaman tingkat tinggi. Mengenal diri bermakna hikmat yang tak dikebiri. Menyelami kehidupan orang lain menjadikan hidup pada titik kaya warna, kaya rasa, kaya luka. Mengarungi jalan sendiri berdampak bangkitnya potensi dari dalam diri. Dimensi inti yang tak terperi.
    Berhenti bergantung tak membuat kita buntung, namun paham akan nyawa yang beruntung. Berhenti bersandar tak akan mengakibatkan sorot nanar, namun mengakumulasi nyala api dalam diri. Berhenti berpegangan bukan lantas mengunci mati pergerakan hati, namun menstimulus sel-sel menjadi lebih bernyali. Berhenti meminta dukungan pasti tak menyebabkan kita luruh rapuh di jalanan, namun menempatkan diri pada posisi terpuji dengan mandiri.
   Menemukan jalan sendiri, menyangkal diri tanpa melukai semata untuk kebahagiaan hati. Belajar berpikir secara utuh, mengenali secara utuh, bergerak secara utuh, menjadikan lidah kelu untuk sekadar kata mengeluh, akan tersaji justru jiwa rapuh dengan senyum yang tak pernah luruh, sekalipun hati nyaris melepuh.
Saat berpikir, berpikir untuk semua. Saat berbuat, berbuat untuk segalanya. Saat berbagi, berbagi tanpa residu materi.
   Sebelum saat itu terpunyai, temukan dulu warna nadi dan miliki kekuatan untuk merelakan diri sendiri, sadar posisi di aneka situasi. Minimalisir bubble penyakit hati demi kekasih substansi yang abadi, yang akan memahami sekalipun DNA penyusun sel inti tak lebih dari seongok bakteri.

    Lantas.
   Berevolusi menjadi sosok bidadari fahmi yang kukagumi, lengkap dengan kesadaran proporsi sendiri, tanpa terluka kamuflase harapan kasih atau bahkan janji-janji lelaki tak tahu diri.



-redly note-
saat kembali distorsi

Senin, 04 April 2011

Satu tanya seorang mahasiswa.,





















Dalam balutan AC PDB (Pusat Data Bisnis) hatiku tersabit.
Antara miris dengan keadaan sekitar, membicarakan segala yang pahit sambil tetap tersenyum naif.

'Akan jadi apa aku nanti ?'

financial staff/manager/analyst; manusiawi. Sesuai prodi. Aku juga sudah mengalami, meski dalam skala yang tak terlalu besar namun berarti-mengkalkulasi pendapatan puluhan karyawan yang punya suami, punya anak, istri ditandingkan dengan laporan laba rugi. Berjam-jam memasukkan transaksi keuangan harian berdasar bukti-bukti, BKK-BKM (Buku Kas Keluar-Buku Kas Masuk) yang kalau menelusurinya kubayangkan bisa membuat kacamataku lebih tebal beberapa mili lagi. Terkadang harus begadang di awal bulan agar karyawan bisa segera gajian-ini termasuk salah satu rutinitas paling kurindukan skarang.

Politikus; yang selalu mengacaukan semesta yang fiktif, meracaukan alur tujuan tanpa peduli kematian hak asasi. Ya, sejak kelas 4SD aku suka menyimak perkembangan hawa politik di sekitarku, menyenangkan. Koleksi buku-bukuku pun pun didominasi topik satu ini. Tapi apa aku tega, sikut kanan sikut kiri menerjang yang pasti untuk satu misi. Aku tak yakin, bermain di tataran kampus saja hatiku nyeri setengah mati.

Ataukah jd pendidik; yang selalu menuntut siswa aktif, kreatif tapi tak jarang mematikan inisiatif. Boleh juga, akan menyenangkan mengenal banyak orang dan menghabiskan waktu nyaris seharian untuk mentransfer aneka pengetahuan. Ataukah aku akan bergelut bosan dengan rutinitas yang sama tiap harinya-meskipun banyak hari liburnya.

Mungkin merambah ke perbankan; setiap hari memakai rok sepan, tersenyum sopan, dan kemungkinan besar tak akan pernah kelaparan. Tak buruk, tapi mungkin aku perlu kursus make up dulu-selama ini ke kampus pun jarang sempet pake bedak.

Bagaimana dengan pajak; banyak sub bagian menyenangkan di dalamnya. Meski perpajakanku dapet D-karena terlalu banyak bolos, aku suka mengutak atik-menghitung angka bernilai fana. Tapi aku akan diinjak, tak berani berharap muluk untuk prodi yang belum terakreditasi.

Bisnis; menjual diri semaksimal mungkin, mengandalkan koneksi tanpa batas hitungan jari. Dan jantungku kembang kempis akan aneka bahasa pemasaran yang persuasif namun tak jarang fiktif, tak sesuai etika bisnis.

Auditor; mengumpulkan bukti, menganalisa, menyimpulkan nyawa berjuta orang. Menyenangkan, bekerja tanpa batas waktu-kalau sudah berkeluarga, suamiku akan lama tak melihatku di bulan-bulan tertentu. Nego sana-sini, aneka godaan duniawi pasti tersaji. Aku perlu kuliah lagi untuk ini.

Arrgghhh...

Miris.



-redly note-

note ini aku coret di lembaran kertas salah satu copian Journal of Accounting & Business yang ku jadikan literatur tugas paper Fundamentals of Financial Management Part 2.,
waktu itu di pusat data bisnis ma Irene.,Cnyod.,Galong.,
July 21, 2009