March 26-2010 at 11:40pm
Karena ksatria merasa burung terlalu agung.,bukan seperti yg ksatria kenal dahulu.,dan burung mampu mendapatkan pendamping.,lantas ksatria memutuskan untuk beriringan dengan kupu".,
lantas apa yg akan ksatria lakukan apabila skarang burung kembali seperti yang pernah ksatria kenal.,tak seagung dahulu.,akankah ksatria tetap beriringan dengan kupu".,
apabila sang burung nyata"tak mampu mendapatkan pendamping.,lantas terbang kembali hinggap di bahu ksatria dengan sorot mata penuh duka akan jiwa yang terluka sepi.,bertabur penyesalan akan masa silam saat burung terbang sesuka hati datang dan pergi dihari"ksatria.,lengkap dengan untaian kalung maaf serta janji jemanji untuk tak mengulangi lagi.,jika masa itu tiba.,akankah ksatria tetap memilih untuk mengirama bersama kupu".,
kupu"pun antara pasrah dan menyerah.,
Selasa, 30 Maret 2010
hurt.,
March 19-2010 at 5:52pm
What date is today.,
whatever.,
dear bloggy.,
I feel hurt.,but I have no reason about it.,should I glad.,
but...its not me.,
=(
sometimes..I want someone can understand about me.,am I wrong???
Or...thats really wrong for me.,a person who doesn't need by anyone.,
bloggy..I'm so tired become pets.,
What date is today.,
whatever.,
dear bloggy.,
I feel hurt.,but I have no reason about it.,should I glad.,
but...its not me.,
=(
sometimes..I want someone can understand about me.,am I wrong???
Or...thats really wrong for me.,a person who doesn't need by anyone.,
bloggy..I'm so tired become pets.,
Jumat, 19 Februari 2010
sometimes
13022010
dear bloggy..,
langit mendung.,didera bingung yang tak kunjung.,membuatku merenung.,
bloggy.,
sepi sekali...hatiku pengap.,
dear bloggy..,
langit mendung.,didera bingung yang tak kunjung.,membuatku merenung.,
bloggy.,
sepi sekali...hatiku pengap.,
Senin, 08 Februari 2010
Tuhan Menegurku dengan Amat Sopan
09022010
Hari ini special.,
-seharusnya-
enam bulan bersama.berbagi suka, duka,canda, tawa juga emosi pemancing hasrat penghidup hari-hari yang masih putih. bahagia, tentu saja. sekarang memiliki dua kaki yang saling menopang dalam mengarungi bahtera sang waktu. tak lagi sendiri.
banyak rencana yang kubuat untuk hari ini. membuatkan bekal istimewa dengan hati sebagai tema displaynya, menjemputnya saat jam makan siang lalu berdua ke fastfood terdekat, atau mengagetkannya dengan tiba-tiba nongol di depan kantornya saat jam pulang kantor nanti. hanya wacana, tak ada yang terlaksana.
karena tuhan menegurku dengan amat sopan.
saat baca-baca di pusat data bisnis mataku menangkap sosok yang tak asing, sosok yang sekitar seminggu atau dua mingguan lalu menjadi sumber sakit hatiku yang saat itu juga membunuh mimpi-mimpiku.
mimpi bahagia.
sebal. perasaan pertama yang kurasakan di menit-menit awal. tuhan sengaja mengacaukan hari bahagiaku, rupanya tuhan tak senang melihat aku bahagia. pikirku.
lambat laun aku mulai merecall hari-hari bersamanya, juga awal mulanya. menit selanjutnya aku sadar.
tuhan menegurku, menegurku dengan amat sopan, membatasi bahagiaku agar aku tak sampai merasakan kecewa berkepanjangan seperti masa yang lalu.
-yang hampir merenggut nyawaku-
yah...terima kasih tuhan telah mengingatkan aku bahwa orang yang selama ini berkata sayang, berkata cinta, belum bisa menempatkan aku sebagai penghuni tunggal di hatinya.
tuhan telah menegurku dengan amat sopan.,
see you bloggy...,
^_^
Hari ini special.,
-seharusnya-
enam bulan bersama.berbagi suka, duka,canda, tawa juga emosi pemancing hasrat penghidup hari-hari yang masih putih. bahagia, tentu saja. sekarang memiliki dua kaki yang saling menopang dalam mengarungi bahtera sang waktu. tak lagi sendiri.
banyak rencana yang kubuat untuk hari ini. membuatkan bekal istimewa dengan hati sebagai tema displaynya, menjemputnya saat jam makan siang lalu berdua ke fastfood terdekat, atau mengagetkannya dengan tiba-tiba nongol di depan kantornya saat jam pulang kantor nanti. hanya wacana, tak ada yang terlaksana.
karena tuhan menegurku dengan amat sopan.
saat baca-baca di pusat data bisnis mataku menangkap sosok yang tak asing, sosok yang sekitar seminggu atau dua mingguan lalu menjadi sumber sakit hatiku yang saat itu juga membunuh mimpi-mimpiku.
mimpi bahagia.
sebal. perasaan pertama yang kurasakan di menit-menit awal. tuhan sengaja mengacaukan hari bahagiaku, rupanya tuhan tak senang melihat aku bahagia. pikirku.
lambat laun aku mulai merecall hari-hari bersamanya, juga awal mulanya. menit selanjutnya aku sadar.
tuhan menegurku, menegurku dengan amat sopan, membatasi bahagiaku agar aku tak sampai merasakan kecewa berkepanjangan seperti masa yang lalu.
-yang hampir merenggut nyawaku-
yah...terima kasih tuhan telah mengingatkan aku bahwa orang yang selama ini berkata sayang, berkata cinta, belum bisa menempatkan aku sebagai penghuni tunggal di hatinya.
tuhan telah menegurku dengan amat sopan.,
see you bloggy...,
^_^
Minggu, 24 Januari 2010
high return high risk
19012010
Dear bloggy..,
KHS
Topik hangat di sekitarku kini.
Ya..ya..ya…KHS alias Kartu Hasil Studi alias barisan huruf-huruf lambing penilaian jerih payah –tapi nggak payah”amat- selama sekitar enam bulan terakhir ini, yang entah huruf-huruf itu didapuk dari sumber apa. Bukan pesimais atau tidak percaya dengan objektivitas pengajar-pengajar di civitas akademikaku, tapi memang jarang sekali ada transparansi untuk hal yang satu ini. Bahkan selam kurang lebih 3 tahun mengenyam studi di bangku kuliah ini belum kutemui pengajar yaqng memberikan nilai serta rumus perhitunganya pada mahasiswanya. Belum satu pun. Dan aku pernah kena batunya dalam hal ini.
Sebut saja TS, salah seorang pengajar di citas akademikaku. Aku pernah diberi nilai D untuk meta kuliah Perpajakan yang diajarkan beliau. What the hell,-tanpa bermaksud sombong- aku merasa syok denagn hasil yang kudapat itu, karena selama proses belajar mengajar aku ‘merasa’ mampu mengerti materi yang notabene banyak kuantifikasinya, kesukaanku. Dan akhirnya dalam keputusasaanku –lebay- kucoba menghubungi Pak TS untuk melihat list nilai dan bertanya tentang kelengkapan tugas selama satu semester. Tapi apa yang kudapat:NOTHING. Yak…beliau tidak bersedia menunjukkan perhitungannya padaku, dan sejak saat itu aku mulai meragukan objektivitas pengajar-pengajarku itu.
Enaugh for flashback.
21-22 Januati 2010
Jadwal pengambilan KHS untuk fakultasku. Deg..deg..an pastinya. Mengingat semester ini banyak hal yang terjadi dang mengakibatkan fluktuatifnya mood hari-hariku, juga mengingat tidak ada dosen yang bisa ‘diharapkan’ –hehehe…-. Sampai aku menulis blogger diaryku ini, sudah enam dari delapan mata kuliah yang kutempuh semester ini telah keluar hasilnya.
Coba tebak bagaimana nilai-nilaiku?
^_^
Alhamdulaillah. Lumayanlah untukku yang sedang labil. Dari enam mata kuliah kalau dikalkulasi dan diubah dalam bentuk indeks prestasi, skorku 3,59 –kug ndak 4 ya, hehehe…-cukuplah untuk membuat ortuku mengira aku sudah bisa adaptasi di kampus. Cukup juga membuatku mendapatkan celetukan-celetukan dari rekan-rekan setaraku, sesama mahasiswa.
Jadi merasa diremehkan, aku benci itu.
Okay, tarulah untuk mata kuliah Manajemen Investasi. Aku dapat B+ untuk mata kuliah ini, tapi nilai itu cukup ‘wah’ bila dibandingkan dengan hamper separuh penghuni kelas mendapatkan D dan bahkan E, tidak lulus. Sebut saja Bu SNM, beliau pengajar di kelas tersebut, pengajar sekaligus figure wonderwoman yang kukagumi. Tidak kupungkiri aku bisa dibilang dekat dengan beliau. Alhasil bukaqn Cuma seorang rekan yang sempat bilang : ‘kamu kan dekat ma bu SNM, jadi pasti lulus, ndak usa takut ndak lulus’. WHAT?!!
Jadi aku lulus karena aku dekat dengan Bu SMN gitukah?! Bukan karena kemampuan akademisku?! Lalu, sebegitu tidak profesionalkah sosok idolaku tersebut sehingga meluluskan mahasiswanya bukan berdasar pada kemampuannya?! Sakit sekali diremehkan seperti itu. Tapi aku juga Cuma bisa senyum, karena aku sendiri tidak tahu basic penilaian beliau.
Adalagi. Sistem Pengendalian Manajemen, matakulaih yang diajarkan oleh –sebut saja- Pak EAS. Wajar memang untuk mendapat celetukan, karena aku dapet A bulet untuk matkul ini. Coba tebak bagaimana respon rekan-rekanku : ‘yo iyalah, kan anaknya pak EAS’ yang lebih gila lagi ‘kalo istri ke-4nya meskipun ndak ikut ujian ya bakal dapet A’. HAH?!! Woi, aku bukan mahasiswa yang kaya gitu kaleee…… Bukan.
Pingin banget teriak ngasi pembelaan, tapi lidahku kelu. Buat apa coba, toh gag guna juga. Biarin aja dech. Kalau di pasar modal ‘high risk high return’ kalau di dunia nyata ‘high return high risk’. Nikmati aja.
See you bloggy…,
Dear bloggy..,
KHS
Topik hangat di sekitarku kini.
Ya..ya..ya…KHS alias Kartu Hasil Studi alias barisan huruf-huruf lambing penilaian jerih payah –tapi nggak payah”amat- selama sekitar enam bulan terakhir ini, yang entah huruf-huruf itu didapuk dari sumber apa. Bukan pesimais atau tidak percaya dengan objektivitas pengajar-pengajar di civitas akademikaku, tapi memang jarang sekali ada transparansi untuk hal yang satu ini. Bahkan selam kurang lebih 3 tahun mengenyam studi di bangku kuliah ini belum kutemui pengajar yaqng memberikan nilai serta rumus perhitunganya pada mahasiswanya. Belum satu pun. Dan aku pernah kena batunya dalam hal ini.
Sebut saja TS, salah seorang pengajar di citas akademikaku. Aku pernah diberi nilai D untuk meta kuliah Perpajakan yang diajarkan beliau. What the hell,-tanpa bermaksud sombong- aku merasa syok denagn hasil yang kudapat itu, karena selama proses belajar mengajar aku ‘merasa’ mampu mengerti materi yang notabene banyak kuantifikasinya, kesukaanku. Dan akhirnya dalam keputusasaanku –lebay- kucoba menghubungi Pak TS untuk melihat list nilai dan bertanya tentang kelengkapan tugas selama satu semester. Tapi apa yang kudapat:NOTHING. Yak…beliau tidak bersedia menunjukkan perhitungannya padaku, dan sejak saat itu aku mulai meragukan objektivitas pengajar-pengajarku itu.
Enaugh for flashback.
21-22 Januati 2010
Jadwal pengambilan KHS untuk fakultasku. Deg..deg..an pastinya. Mengingat semester ini banyak hal yang terjadi dang mengakibatkan fluktuatifnya mood hari-hariku, juga mengingat tidak ada dosen yang bisa ‘diharapkan’ –hehehe…-. Sampai aku menulis blogger diaryku ini, sudah enam dari delapan mata kuliah yang kutempuh semester ini telah keluar hasilnya.
Coba tebak bagaimana nilai-nilaiku?
^_^
Alhamdulaillah. Lumayanlah untukku yang sedang labil. Dari enam mata kuliah kalau dikalkulasi dan diubah dalam bentuk indeks prestasi, skorku 3,59 –kug ndak 4 ya, hehehe…-cukuplah untuk membuat ortuku mengira aku sudah bisa adaptasi di kampus. Cukup juga membuatku mendapatkan celetukan-celetukan dari rekan-rekan setaraku, sesama mahasiswa.
Jadi merasa diremehkan, aku benci itu.
Okay, tarulah untuk mata kuliah Manajemen Investasi. Aku dapat B+ untuk mata kuliah ini, tapi nilai itu cukup ‘wah’ bila dibandingkan dengan hamper separuh penghuni kelas mendapatkan D dan bahkan E, tidak lulus. Sebut saja Bu SNM, beliau pengajar di kelas tersebut, pengajar sekaligus figure wonderwoman yang kukagumi. Tidak kupungkiri aku bisa dibilang dekat dengan beliau. Alhasil bukaqn Cuma seorang rekan yang sempat bilang : ‘kamu kan dekat ma bu SNM, jadi pasti lulus, ndak usa takut ndak lulus’. WHAT?!!
Jadi aku lulus karena aku dekat dengan Bu SMN gitukah?! Bukan karena kemampuan akademisku?! Lalu, sebegitu tidak profesionalkah sosok idolaku tersebut sehingga meluluskan mahasiswanya bukan berdasar pada kemampuannya?! Sakit sekali diremehkan seperti itu. Tapi aku juga Cuma bisa senyum, karena aku sendiri tidak tahu basic penilaian beliau.
Adalagi. Sistem Pengendalian Manajemen, matakulaih yang diajarkan oleh –sebut saja- Pak EAS. Wajar memang untuk mendapat celetukan, karena aku dapet A bulet untuk matkul ini. Coba tebak bagaimana respon rekan-rekanku : ‘yo iyalah, kan anaknya pak EAS’ yang lebih gila lagi ‘kalo istri ke-4nya meskipun ndak ikut ujian ya bakal dapet A’. HAH?!! Woi, aku bukan mahasiswa yang kaya gitu kaleee…… Bukan.
Pingin banget teriak ngasi pembelaan, tapi lidahku kelu. Buat apa coba, toh gag guna juga. Biarin aja dech. Kalau di pasar modal ‘high risk high return’ kalau di dunia nyata ‘high return high risk’. Nikmati aja.
See you bloggy…,
Selasa, 12 Januari 2010
97
12012010
Dear bloggy..,
Liburan nich.,habis ujian.,
Hari-hariku sepi, nggak ada kegiatan yang terlalu berarti, nggak ada hal-hal yang bisa nyita pikiranku. Dan itu rasanya amat tidak menyenangkan.
Well, aku lebih suka beraktivitas, mengerjaan ini itu, membaca aneka cerita, memikirkan banyak hal daripada diam dan harus terjembab dalam palung masa lalu, saat pikiranku enggan diajak kompromi untuk tidak lagi merecall masa-masa yang menyakitkan itu.
Seperti sekarang.
14.07 WIB
Diluar hujan, ditemani angin lumayan kencang dan mendung pekat yang beriring cepat. Tik..tik..tik..tik..tik.., bunyi-bunyian yang sedang kudengar. Lambat laun pelan, dan lenyap. Pertanda hujan telah reda, menyisakan tanah basah, hawa lembab dan becek disana-sini. Tapi aku suka aroma tanah basah. Membuatku merasakan alam, mensyukuri anugrah sang pencipta. Klise memang, percaya atau tidak itu yang kurasakan.
Langit tampak lebih cerah, bukan berarti berwarna biru, masih tetap kelabu. Namun gurat mentari senja membuatnya nampak agak ceria.
Tak ada yang menarik hari ini, hanya dirumah, luluran, lihat tivi, beres-beres rumah standar.
See you bloggy..,
Dear bloggy..,
Liburan nich.,habis ujian.,
Hari-hariku sepi, nggak ada kegiatan yang terlalu berarti, nggak ada hal-hal yang bisa nyita pikiranku. Dan itu rasanya amat tidak menyenangkan.
Well, aku lebih suka beraktivitas, mengerjaan ini itu, membaca aneka cerita, memikirkan banyak hal daripada diam dan harus terjembab dalam palung masa lalu, saat pikiranku enggan diajak kompromi untuk tidak lagi merecall masa-masa yang menyakitkan itu.
Seperti sekarang.
14.07 WIB
Diluar hujan, ditemani angin lumayan kencang dan mendung pekat yang beriring cepat. Tik..tik..tik..tik..tik.., bunyi-bunyian yang sedang kudengar. Lambat laun pelan, dan lenyap. Pertanda hujan telah reda, menyisakan tanah basah, hawa lembab dan becek disana-sini. Tapi aku suka aroma tanah basah. Membuatku merasakan alam, mensyukuri anugrah sang pencipta. Klise memang, percaya atau tidak itu yang kurasakan.
Langit tampak lebih cerah, bukan berarti berwarna biru, masih tetap kelabu. Namun gurat mentari senja membuatnya nampak agak ceria.
Tak ada yang menarik hari ini, hanya dirumah, luluran, lihat tivi, beres-beres rumah standar.
See you bloggy..,
Jumat, 01 Januari 2010
Blogging lagi
Belajar menulis lagi.
Cukup lama aku vakum dari tarian pena dan kertas,hal itu membuatku kaku dalam berkata. Aku tidak suka. Karena itu aku mulai belajar menulis lagi.
Tak mudah memang, bermain kata, merangkainya sana-sini agar tampak pas dengan maksud yang ingin kusampaikan. Aku akan memulainya dari tulisan remeh temeh, diary mungkin. Ya..bukan ide buruk.
Diary.
Blogger diary.
Yaps aku memilih blogger, blogging lagi. Karena di blog aku bisa benar-benar bebas berekspresi. Menuliskan semua unek-unek ku tanpa takut menyinggung siapa pun. Tak banyak orang yang nge-blog, kalau pun blogging jarang ada yang membuka-buka blog oranglain. Berbeda dengan situs jejaring sosial lain, dimana komunitas dari berbagai kalangan tumpah ruah, bergesekan.
Blog ku..rumahku.,aq bisa tenang menulis disini.
Tanpa takut menyinggung atau pun dihujani caci maki.
^_^
Cukup lama aku vakum dari tarian pena dan kertas,hal itu membuatku kaku dalam berkata. Aku tidak suka. Karena itu aku mulai belajar menulis lagi.
Tak mudah memang, bermain kata, merangkainya sana-sini agar tampak pas dengan maksud yang ingin kusampaikan. Aku akan memulainya dari tulisan remeh temeh, diary mungkin. Ya..bukan ide buruk.
Diary.
Blogger diary.
Yaps aku memilih blogger, blogging lagi. Karena di blog aku bisa benar-benar bebas berekspresi. Menuliskan semua unek-unek ku tanpa takut menyinggung siapa pun. Tak banyak orang yang nge-blog, kalau pun blogging jarang ada yang membuka-buka blog oranglain. Berbeda dengan situs jejaring sosial lain, dimana komunitas dari berbagai kalangan tumpah ruah, bergesekan.
Blog ku..rumahku.,aq bisa tenang menulis disini.
Tanpa takut menyinggung atau pun dihujani caci maki.
^_^
Langganan:
Postingan (Atom)